yun3 blog

Just another WordPress.com weblog

repvblik

yune « yun3 blog

Republik – Hanya Ingin Kau Tahu

Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku

Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo

Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup

Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

Aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu

Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku

ow wooo wo wo wo wo wo wo wo wo

Sumber: LirikLaguIndonesia.Net

April 2, 2007 Posted by | lagu | 1 Komentar

Piyu

Click for larger versionNama Asli : Satriyo Yudi Wahono
Tempat/Tgl Lahir : Surabaya, 15 Juli 1973
Gaya Permainan : Rock, Pop Rock
Group Band : Padi
Pengaruh musikal : Led Zeppeline, The Beatles, Jimi Hendrix, Zakk Wylde, Radiohead, Steve Vai, Stevie Ray Vaughan, U2, Sting, Aerosmith, dll
Gitar Yang Digunakan : Gibson Les Paul Custom, Gibson Les Paul Standart, Gibson Les Paul Studio, Carvin Akustik, dan Fender Nylon
Efek : Rocktron Voodu Valve, Rocktron Intellifex, Eventide H3000S, TC Electronic , Ibanez Tube Screamer, Cry Baby Wah
Combo Amp : Orange Amps
Head Speaker : Laney GH 100 L
Kabinet Speaker : 4 x 12 Marshall Vintage Series

Ketika trend solo gitar mulai ditinggalkan, gitaris yang satu ini tetap cuek menampilkan solo-solo gitar yang menjadi ciri khas dari lagu-lagu Padi. Ia tetap konsisten dengan ciri khas bermusiknya, bahkan hal tersebut malah mampu menjadi daya tarik bagi musik-musik Padi.

Semenjak pertama melihat Gibson Les Paul akustik ia sudah tertarik terhadap instrumen tersebut. Akhirnya model gitar tersebut yang juga menjadi andalannya untuk membesarkan grup musik Padi meskipun dengan lebih banyak menggunakan versi elektriknya.

Ia memiliki band yang memainkan musik-musik rock bernama Crystal yang merupakan band nomor dua Airo setelah Rotor. Saat ia sedang vakum bersama bandnya tersebut, ia kemudian mencoba membentuk grup baru bersama Ari, Rindra, Fadly, dan Yoyok. Awalnya nama band mereka bernama Soda, lantas kemudian diganti dengan nama Padi. Tahun 1997 Padi resmi didirikan.

Tahun 1998, Piyu bersama bandnya masuk kedalam album kompilasi dengan hits single Sobat yang menjadi salah satu jagoan disamping lagu dari grup Wong. Melihat antusiasme yang cukup baik, setahun berikutnya Padi sudah merilis album sendiri. Album-album yang telah dirilisnya bersama Padi antara lain Lain Dunia (1999), Sesuatu yang Tertunda (2001), dan Save My Soul (2003). Selain itu juga, lagu yang dibuat oleh Piyu berhasil masuk kedalam album kompilasi World Cup 2002 untuk kawasan Asia. Bahkan ia menjadi nominator di acara-acara anugerah musik di Indonesia sebagai pencipta lagu terbaik bersaing ketat dengan Melly Goeslaw dan Eross dari grup Sheila On 7.

Untuk urusan gitar, ia mengaku sudah sangat jatuh cinta kepada Les Paul. Meski bobotnya sangat berat untuk ukuran orang Indonesia, namun ia merasa bahwa gitar ini sangat cocok dengan karakter musik Padi dan permainan yang diinginkannya bisa ditampilkan dengan baik.

Maret 28, 2007 Posted by | giutar | Tinggalkan sebuah Komentar

Eross

Click for larger versionNama Asli : Eross Candra
Tempat/Tgl Lahir : Yogyakarta, 3 Juli 1979
Gaya Permainan : Pop Rock, Alternative
Group Band sekarang : Sheila On 7
Pengaruh musikal : Ian Antono, Richie Sambora
Gitar Yang Digunakan : SP Guitar Pejantan Tangguh Eross signature, Fender Stratocaster 70′s, Fender Telecaster, Gibson Les Paul
PickUp : Dimarzio Virtual Vintage
Head Amp : Carvin Legacy, Marshall JCM 800, Messa Boggie Rectiefire
Kabinet Speaker : Carvin Legacy Vintage 30, Marshall G 12 speaker
Efek : TS-9 Ibanez, Boss SUper OD, Ibanez Turbo Tube Screamer, Boss Equalizer Parametic, Vox Wah, Zoom Delay

Gitaris yang satu ini bisa dibilang lebih menonjol skill mencipta lagunya ketimbang permainan solo gitarnya. Tak ada yang terlalu istimewa dari permainan gitarnya. Namun kalau bicara soal skill membuat lagu, tidak perlu diragukan lagi. Karya-karyanya selalu laku keras.

Ia mulai tertarik dengan musik ketika duduk di bangku kelas 2 SD ketika melihat penampilan dan video klip God Bless, terutama permainan gitar Ian Antono. lalu ia mulai tertarik dengan grup rock kondang Kiss, Europe dan Bon Jovi dan grup rock dalam negeri, God Bless. Mulai bermain gitar ketika duduk di bangku kelas 2 SMP saat ia menerima sebuah gitar dari pamannya sebagai hadiah ulang tahun ke 14. Gitar pertamanya tersebut bermerk Kawasaki. Ia sempat belajar gitar klasik, tapi hanya bertahan 3 bulan setelah itu ia memutusukan berhenti. Pengalaman manggung pertamanya juga didapat ketika masih SMP meski saat itu ia belum memiliki gitar sendiri.

Ketika masuk SMA, ia bergabung dengan band bentukan pamannya yang bernama Dizzy. Di band tersebut terdapat Icha dan Adit yang nantinya menjadi personel Jikustik. Ketika mulai ngeband inilah kemudian Eross mendapatkan gitar elektrik pertamanya. Di tahun itu juga ia mulai bertemu dengan Adam, Duta, Sakti, dan Anton. Mereka akhirnya sepakat membentuk grup Sheila Gank.

Bersama Sheila Gank, Eross pernah menyabet gelar Best Guitarist di sebuah Festival Band DIY di Yogyakarta. Bahkan Sheila Gank pernah menyabet juara 3 di Festival Band se-JaTeng dan DIY. Waktu itu mereka sudah memiliki lagu sendiri. Salah satu lagu yang jadi andalan adalah Kita. Setelah mendapat juara 3, banyak yang merequest lagu tersebut di radio-radio Yogya. Akhirnya Eross memberanikan diri berangkat ke Jakarta untuk memberikan demo lagu mereka. Bermodal uang Rp. 200.000,- akhirnya sampailah ia di Sony Music dan memberikan demonya. Beberapa minggu kemudian ia dikontak oleh Sony Music dan berangkat ke Jakarta untuk dikontrak dan rekaman. Untuk beberapa keperluan nama Sheila Gank dirubah menjadi Sheila On 7.

Tahun 1999, debut album perdana dirilis dan langsung meledak terjual 1 juta keping. Yang menarik, Sheila On 7 adalah band pertama di Indonesia yang berhasil menjual album sebanyak 1 juta keping dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Album perdana tersebut semua hitsnya mengandalkan lagu-lagu karya Eross seperti Kita, Dan, Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki.

Album-album berikutnya tetap menunjukkan skill Eross sebagai pencipta lagu yang brilian. Album Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000) juga terjual diatas angka 1 juta keping. Kali ini mengandalkan lagu-lagu berjudul Sephia, Bila Kau Tak Disampingku, dan Temani Aku. Kemudian disusul oleh album 07 Des (2002) yang mengandalkan hits-hits Seberapa Pantas, Seandainya, Saat Aku Lanjut Usia, Mari Bercinta, dan Percayakan Padaku. Tak hanya sampai disitu, album Pejantan Tangguh yang dirilis tahun 2004 pun tetap menjanjikan. Bersama Sheila, Eross juga juga membuat album soundtrack film layar lebar yang berjudul 30 Hari Mencari Cinta.

Eross juga sudah pernah berkolaborasi dengan membuat lagu untuk artis-artis lain, seperti Iwan Fals, Memes, Rio Febrian dan penyanyi cilik Tasha. Selain itu lagu-lagunya kerap dijadikan background iklan-iklan di televisi dan radio-radio.

Maret 28, 2007 Posted by | giutar | Tinggalkan sebuah Komentar

Edwin

Click for larger versionNama Lengkap : Edwin Marshal Syarif
Tempat/Tgl Lahir : Plaju, Sumatera Selatan / 19 Maret 1975
Group Band : Cokelat
Pengaruh : Eddie Van Halen, Joe Satriani
Gitar : IBANEZ AR 250 (Gibson Classic ’57Plus-bidge/Gibson Classic ’57-neck), IBANEZ GAX 125 (Seymour Duncan Custom Trembucker Distortion-bridge / IBZ PAF-neck), IBANEZ SZ (Gibson Classic Modern 498T-bridge / Gibson Classic ’57Plus-neck)
Amply : Head Amp LANEY GH 100L, LANEY Cabinet Tonny Iommy 4×12 Top, LANEY Cabinet Tonny Iommy 4×12 Bottom, ADA Mp2 Pre Amp
Efek : VOX ToneLab, BOSS ME-8, BOSS Foot Pedal Expression, ROCTRON Surf Tremolo, MARSHALL Guv’Nor GV-2, MARSHAL Jack Hammer JH-1, MARSHALL Supervibe Chorus, APHEX Aural XCiter
Gear Lainnya : BEHRINGER Ultra-G DI, BOSS Power Supply, ADA Foot Control, YAMAHA MG 12/4 Mixer

Gitaris yang satu ini merupakan pentolan grup band asal Bandung, Cokelat. Bagi yang tinggal di Indonesia sudah pasti sering mendengar nama band ini. Permainan gitar yang ngerock memberi nuansa tersendiri bagi musik-musik yang ada di album-album Cokelat. Salah satu lagu karyanya yaitu, Karma menjadi hist single di berbagai tangga lagu nasional. Yang menarik, lagu itu dibuat dengan terinspirasi dari salah satu lagu Iron Maiden. Namun ia bisa mengolahnya dengan matang sehingga yang muncul dalam rekaman adalah warna alternative.

Pertama kali muncul bersama Cokelat dalam album kompilasi Indie Ten (1998), kemudian album Untuk Bintang (2000) yang mengeluarkan hits single ‘Sendiri’. Awalnya nama Cokelat tak begitu diperhitungkan di tanah air. Album pertamanya tidak begitu sukses di pasaran. Baru pada tahun 2001 saat album Rasa Baru direlease, nama Cokelat mulai diperhitungkan setelah album in sukses dipasaran. Dua tahun kemudian album ‘Segitiga’ direlease dan sukses. Suksesnya Cokelat berdampak juga pada Edwin sebagai pentolan grup, sampai pada akhirnya ia bersama Cokelat ikut tampil dalam album ‘Tribute To Ian Antono’ pada tahun 2004. Setelah itu album ‘Dari Hati’ direlease.

Pada tahun 2001, saat Andy Timmons menggelar klinik gitar Ibanez S-Series dan Amply Lanet, Edwin mendapat kesempatan mengadu beberapa jurus dalam sebuah sesi jam session. Tak lama kemudian Edwin dikontrak oleh Ibanez sebagai salah satu playernya dan kemudian ditampilkan di katalog gitar Ibanez mulai tahun 2003.

Maret 27, 2007 Posted by | giutar | Tinggalkan sebuah Komentar

Abdee

Click for larger versionNama Asli : Abdee Negara
Tempat/Tgl Lahir : Danggala, 28 Juni 1968
Gaya Permainan : Blues, Rock, (bebas)
Group Band : Slank
Pengaruh musikal : Keith Richard, Ry Cooder
Gitar Yang Digunakan : Extreme Telecaster Abdee signature, Fender Telecaster

Ia hijrah dari kota Palu ke Jakarta untuk menjadi musisi profesional. Pertama-tama ia bergabung bersama band Ecky Lamoh, Gideon Tengker, dan Henky Supit. Lantas kemudian menjadi session player untuk berbagai artis lain mulai dari Ermy Kulit sampai Trio Kwek-Kwek.

Namanya menjadi pembicaraan luas saat ia dan rekannya, Ridho didaulat sebagai gitaris baru Slank menggantikan Pay yang sudah mendarahdaging bagi para fans Slank saat itu. Awalnya, para Slankers sempat meragukan kapasitasnya sebagai salah satu pengganti Pay. Namun, kenyataannya kemudian sangat tidak sesuai dengan perkiraan awal para Slankers. Bahkan kontribusi yang diberikan oleh Abdee terhadap Slank bisa dibilang melebihi Pay. Maklum, selain sebagai gitaris, Abdee juga jago sound engineer. Abdee lah yang kini menangani pembuatan album-album Slank.

Album Tujuh yang dirilis tahun 1997 adalah debut albumnya bersama Slank. Di album itu ia menampilkan permainan yang ngeblues kepada para Slankers. Jika album-album Slank sebelumnya tidak pernah menembus angka 1 juta keping, dengan masuknya Abdee pada formasi baru Slank ini justru mampu meningkatkan penjualan album Slank. Abdee juga sering menampilkan permainan solo dengan menggunakan slide. Jika anda mendengar permainan slide didalam lagu-lagu Slank maka bisa ditebak, Abdee lah yang memainkannya.

Bersama Slank, Abdee telah merilis album Tujuh (1997), Mata Hati Reformasi (1999), 999+09 1 dan 999+09 2, kemudian Ngangkang (2000), Virus (2001), Satu satu dan Bajakan (2003).

Selain sibuk bersama Slank, Abdee juga tercatat sebagai sound engineer dan produser untuk album grup musik lainnya seperti Seurieus. Ia juga menjadi salah satu clinician di majalah G Plus bersama anggota gitaris.com, Owen. Untuk gitar, Abdee menjadi endorser dan artis untuk merk gitar Extreme. Meskipun begitu, ia tetap menginginkan model Telecaster.

Maret 27, 2007 Posted by | giutar | Tinggalkan sebuah Komentar

Andra Ramadhan

Click for larger version

 Nama Asli : Andra Junaidi Ramadhan
Tempat/Tgl Lahir : Surabaya, 17 Juni 1972
Gaya Permainan : Rock, Jazz
Group Band : Dewa
Pengaruh musikal : Joe Satriani, Dave Navarro, Scott Henderson, Pat Metheny
Gitar Yang Digunakan : Parker, PRS, Fender Stratocaster, G&L
Pickup Yang Digunakan : Dimarzio Fred, Seymour Duncan ’59
Kabinet Speaker : Marshall 4×12
Efek : Line 6 Stomp Box, Rocktron Replifex, Ibanez Tube Screamer TS9
Head Ampli : Legacy Steve Vai

 Andra mengaku terlambat tertarik terhadap musik. karena baru SMP lewat ekskul musik. Pertama ia bermimpi untuk menjadi seo- rang drummer terkenal, tapi karena masalah biaya untuk membeli Drum sangat mahal dan setelah melihat teman2nya asyik memetik gitar, hobinya pun berganti. Bermodal gitar pinjaman, ia mulai belajar gitar, dan memang karena bakat, kemampuan dan teknik permainannya berkembang sangat pesat. Di SMPN 6 inilah, Andra bertemu dengan Dhani, Wawan, dan Erwin kemudian mereka sepakat untuk membentuk band dengan nama Dewa. Aliran rock yang pertama mereka geluti akhirnya pindah ke jazz akibat pengaruh Erwin. Mereka sempat menjuarai ajang Yamaha Musik pada waktu masih menggunakan nama Down Beat. Setelah itu mulai serius di dunia musik. Pada awalnya, Andra lebih memilih gitar yang berpenampilan sangar ketimbang karakter suara yang dihasilkan itu sendiri. Baru semenjak bergabung dengan Down Beat bersama Ahmad Dhani dan Erwin, ia mulai memperhatikan sound yang dihasilkan oleh tiap-tiap jenis gitar.

Masalah kemudian bergelayut pada kehidupan Andra yaitu ketika ia harus memilih antara karirnya sebagai pemusik atau meneruskan kuliahnya di jurusan desain interior. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya Andra memilih untuk terus meniti karir di dunia musik, tapi bukan berarti langkahnya tetap mulus, karena kedua orang tuanya tidak setuju kalau Andra harus melepaskan bangku kuliahnya. Layaknya orang tua biasa, mereka ingin melihat Andra meraih gelar sarjana seperti kelima kakaknya yang sudah selesai. Tapi akhirnya kedua orang tuanya mau mengerti dan memang terbukti pilihan Andra tepat. Setelah melepaskan kuliahnya, konsentrasinya ke Dewa 19 membuat kreativitasnya lebih tergali.

Down Beat yang kemudian berganti nama menjadi Dewa19 mulai merekam demo-demo lagu yang bernuansa jazz. Dkarenakan waktu itu atmosfer musik rock Indonesia sangat tidak menjanjikan. Baru pada saat grup rock debutan Slank muncul dan menjadi fenomena ditahun 1991, Dewa19 kembali ke jalur rock, meski masih ada sentuhan jazz dan pop. Dengan formasi awal Ahmad Dhani pada keyboard, Ari Lasso pada vocal, Erwin pada bass, dan Wawan pada drum akhirnya tahun 1992 album pertama pun direlease dengan mengandalkan hits Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi dan Kangen yang mendapat sambutan luar biasa. Dua tahun kemudian album ke-2 direlease dengan judul Format Masa Depan. Lagi-lagi dua hits andalan Tak ‘kan Ada Cinta Yang Lain dan Aku Milikmu mendapat sambutan yang baik. Permainan Andra di dua album pertama masih bernuansa rock ’80. Bahkan di lagu Aku Milikmu dan Kangen, permainan solo gitar Andra bisa dibilang bernuansa Vitto Bratta (White Lion).

Album ke-3 berjudul Terbaik Terbaik direlease pada tahun 1995. Jangan terkecoh dengan judulnya karena album ini bukan album The Best. Hits yang menjadi andalan adalah Satu Hati, Cinta ‘kan Membawamu Kembali, Satu Hati, dan sebuah lagu CUkup Situ Nurbaya yang kemudian menjadi lagu yang paling sering dibawakan oleh band-band muda di ajang festival-festival atau pagelaran musik. Gaya permainan glam rock Andra banyak menjadi inspirasi anak-anak muda untuk belajar gitar dan nge-band. Tahun 1997, album Pandawa Lima direlease. Kali ini menjagokan hits Kirana, Aku Disini Untukmu, dan Kamulah Satu-satunya.

Tahun 1998 Andra ikut serta dalam proyek solo Ahmad Dhani yang bernama Ahmad Band. Kali ini ia tak hanya menjadi gitaris tunggal, namun berduet dengan Pay (ex- gitaris Slank), Bonky (ex- bassis Slank), dan Bimo (drum). Albumnya diberi nama Ideologi, Sikap, Otak yang melempar 2 hits : Distorsi dan Aku Cinta Kau dan Dia.

Tahun 2000 Dewa mengalami perubahan formasi dengan keluarnya Ari Lasso. Ia digantikan oleh Once yang memiliki karakter vocal berbeda dengan Ari Lasso. Untuk alasan itulah nama Dewa19 dirubah menjadi Dewa saja. Di album Bintang Lima yang direlease tahun 2000 ini, untuk pertama kalinya Dewa meraih penjualan album menembus angka 1 juta keping. Di album ini permainan gitar Andra tak lagi bernuansa rock 80′s tapi lebih ke rock 70′s dengan musik bergaya Queen. Album ini mengandung banyak lagu-lagu hits seperti Roman Picisan, Dua Sejoli, Risalah Hati, Sepauh Nafas, dan lain-lain. Album berikutnya, Cintailah Cinta masih bernuansa seperti album sebelumnya dan kali ini mengandalkan lagu-lagu jagoan Arjuna, Pupus, dan Angin. Namun permainan solo gitar Andra kurang mendapat tempat, tidak seperti di era Dewa19 dulu. Meskipun begitu, pada tahun 2004 album terbaru Dewa, Laskar CInta yang bernuansa sedikit techno kembali cukup memberi porsi pada permainan gitar Andra.

Untuk urusan gitar, yang pertama digunakan adalah Aria Pro tipe Stratocaster untuk pembuatan album pertama dan penampilan live nya. Kemudian setelah mencoba Fender ia mulai menggunakan gitar tersebut. Untuk mendapatkan sound yang lebih baik, ia kemudian memasang pickup Dimarzio pada gitar Aria Pro nya. Namun kemudian ia lebih memilih menggunakan Fender Classic Stratocaster sampai album Dewa19 yang ke empat.

Tahun 2006 ini, Andra dan Dewa merelease album terbaru yang berjudul Republik Cinta, dan Dewa kembali memakai judul Dewa19 sebagai nama band.

Maret 27, 2007 Posted by | giutar | Tinggalkan sebuah Komentar

cella

Cella merupakan salah satu gitaris muda yang dianggap memiliki bakat yang cukup menonjol. Bersama Kotak Band yang beraliran modern rock ia turut meramaikan dunia musik di Indonesia. Prestasinya sebagai seorang gitaris juga sudah terbukti dengan membawa Kotak menjadi juara Dream Band beberapa waktu yang lalu. Buat teman -teman di Guitar Forum, Cella bukan sosok yang asing lagi; ia bahkan tampil di acara gathering GF di Pasar Gambir Desember lalu.

Bila bertemu secara langsung, tampak sekali perbedaan antara musik dan sikapnya: Pemalu, rendah hati, dan sangat sopan (Catatan editor: Memang biasanya gitaris rock begitu, gahar cuma di panggung tok). Tapi kalau sudah memegang guitar, ia bisa membuat jantung bergetar. Kalau ingin tahu siapa Cella, gear serta musiknya, dan rencana karir musiknya ke depan, silakan baca wawancara berikut:

Kapan pertama kali bermusik?

Aku mulai bermusik sejak kelas 6 SD. Pada saat itu belum serius karena masih dalam masa pertumbuhan. Aku baru mulai serius sejak SMP bersama teman-teman. Saat itu aku mulai “berguru” dengan kaset alias otodidak. Kerjaku hanya mengulik lagu terus.

Apakah ada dari saudara atau orang tua yang menurunkan bakat musik?

Ada. Bokap kebetulan berdarah seni dan nyokap seorang penyanyi daerah dikota asalku. Merekalah yang membakar semangatku untuk terus bermusik.

Sejak kapan benar-benar menyukai gitar?

Dari kecil. Mulanya bokap selalu mendengar lagu-lagu rock klasik seperti Deep Purple dan Led Zeppelin. Aku pun ikut bokap menikamti musik sehingga secara otomatis aku terpengaruh suara gitar berdistorsi. Sewaktu kecil aku tidak suka lagu anak-anak.

Kapan memperoleh gitar yang pertama? Merek apa?

Aku mendapat gitar dari nyokap sewaktu di kelas 1 SMP. Kalau tidak salah gitarnya dipesan sama pengrajin gitar dikota asalku, bukan gitar yang bermerek. Karena belum mengerti betul gitar, neck-nya menjadi bengkok. Lalu aku membeli gitar Ibanez RG 270 buatan Jepang hasil tabungan sedikit demi sedikit dari kejuaraan festival band serta tambahan dari nyokap.

Coba ceritakan awal karir Anda bermusik.
:
Awalnya pada saat aku kelar SMU, aku langsung hijrah ke Jakarta demi musik, meskipun tidak ada tempat tujuan pasti. Aku cuma modal nekat; saudarapun tidak ada. Aku sempat menjadi penjual koran dan menyebar brosur ke rumah-rumah demi menyambung hidup. Aku juga pernah bermain di kafe-kafe. Akhirnya alhamdulillah, aku dibukakan jalan sama Tuhan dan menjadi juara Dream Band.

Apakah pernah mengikuti pendidikan formal musik?

Pernah tapi tidak lama, sekitar 2 atau 3 bulan karena aku termasuk anti partitur alias malas belajar teori. Apalagi aku tidak punya uang cukup untuk membayar.

Apa yang membuat Anda serius dengan profesi ini?

Aku pikir dunia musik bukan dunia yang menjerumuskan masa depan seperti yang dikatakan para orang tua yang kolot. Justru dengan perkembangan saat ini aku pikir musik sudah bisa dijadikan industri yang menjanjikan untuk masa depan.

Apakah saat itu sudah terlintas di pikiran bahwa dunia musik akan menjadi mata pencaharian?

Ya. Seperti yang aku katakan tadi, musik sudah menjadi industri saat ini.

Apakah pernah mengalami kendala dengan profesi sebagai gitaris?

Alhamdulillah, belum ada. Aku menjalani profesiku karena sudah menjadi bagian dari hidupku. Jadi aku nikmati saja.

Siapa gitaris favorit Anda?

Aku suka semua gitaris lokal terutama Eet, Pay, Eros, dan Tharas. Kalau gitaris luar negeri, Wes Borland, Mark Tremonty, SRV, dan Steve Vai.

Selama ini ada tidak musisi Indonesia yang turut membantu atau menjadi sahabat Anda?

Ada. aku sering bertukar pikiran dengan Eet, dan terkadang dengan Pay dan DAady Kalis. Jangan malu untuk bertanya jika ingin maju.

Gitar apa yang Anda gunakan saat ini? Kenapa?

Aku cuma menggunakan gitar Ibanez RG 270, Epiphone SG Goth 400, CORT KX-1, dan Yamaha CPX (electric acoustic) karena murah meriah. Aku ingin Gibson SG tapi harganya mahal, makanya aku memakai gitar yang murah-murah saja. Tapi jangan salah, meskipun murah kualitas dan karakter sound-nya cukup baik.

Bagaimana dengan efek dan amplifier?

Untuk live aku memakai POD XT, Digitech Whammy pedal, Morley Wah, Line 6 FM-4, Behringer FCB 1010 Foot Controller, dan Shure wireless system. Aku tidak punya amplifier untuk live, tapi hanya memakai DI Box. Itu sudah cukup.

Musik seperti apa yang Anda sukai?
:
Blues, rock, dan terutama modern rock. Tapi sebetulnya aku mendengarkan semua jenis musik.

Dari sekian banyak lagu yang Anda tulis, lagu mana yang paling disukai?

Semua aku suka.

Apa rencana Anda dalam waktu dekat ini? Tur? Album?

Yang pasti aku akan memproduksi album berikutnya dalam waktu dekat ini.

Apakah Anda berobsesi untuk membentuk band sendiri selain yang ada sekarang atau membuat album solo?

Aku ingin mebuat album solo tapi kayaknya aku belum pantas.

Apa saran Anda untuk sesama gitaris yang ingin berkarir sebagai pemusik?

Terus belajar dan jangan merasa puas dulu karena diatas langit masih ada langit. Jangan ragu untuk menjadi gitaris dan terjun ke dunia musik, alias totalitas. Dan satu lagi, say no to drugs. Hidup musisi Indonesia.

Maret 23, 2007 Posted by | giutar | Tinggalkan sebuah Komentar

nidji

NidJi – Bila aku jatuh cinta

Bila aku jatuh cinta
aku mendengar nyanyian
1000 dewa dewi cinta
menggema dunia

bila aku jatuh cinta
aku melihat matahari
kan datang padaku
dan memelukku dengan sayang

bila aku jatuh cinta
aku melihat sang bulan
kan datang padaku
dan menemani aku

melewati dinginnya mimpi
melewati dinginnya mimpi..aa..a.a.

bila aku jatuh cinta.. jatuh cinta
bersama dirimu
peluk aku..dan ciumlah aku
sayang….

NidJi – Hapus aku

Kutuliskan kesedihan
Semua tak bisa kau ungkapkan
Dan kita kan bicara dengan hatiku

Buang semua puisi
Antara kita berdua
Kau bunuh dia sesuatu
Yang kusebut itu cinta

Reff:
Yakinkan aku Tuhan
Dia bukan milikku
Biarkan waktu waktu
Hapus aku….

Sadarkan aku Tuhan
Dia bukan milikku
Biarkan waktu waktu
Hapus aku…..

NidJi – ChiLd

I am one
I am child
I’m the saint who marches in love
I am the paint
Electric pain bolt of thunder in the rain

I’m the blood
I’m the key
You are evergreen who blessed in union
Let them born in to this world
Let them sing into the sky

I will be fading
As your child
As your child

Dont let go
Dont be frightened
Dont be scared and dont be late

I am one
I am child
I’m the saint who marches in love

NidJi – Sudah

Salahkah aku
Mencintaimu
Memilikimu
Menyayangimu

Jangan paksakan kita untuk
Slalu bersama
Jangan paksakan kita untuk
Slalu mencinta

Salahkah aku
Mencintaimu
Memilikimu
Menyayangimu

Bila kita harus berpisah, sudah
Biarkan ini semua berakhir, sudah
Cinta memang tak harus milikki

Disco Lazy TimeIntro: Dm Bb F (2x)

Dm
Wake me up tonight

Bb F
Drive me to the town (aaa aaa)

Dm
Sleep with me tonight

Bb F
She’s my lonely wine (aaa aaa)

Dm
(*) Nothing is forever

Bb F
Nothing is for real (aaa aaa)

Dm
Do you have to leave me

Bb F
Why dont you just kill me (aaa aaa)

Bb
Time is the loneliest people

F
Then life is the loneliest time

Bb F C
Time is the loneliest people life a haa

Dm Bb
Reff: This is disco lazy time

F C
(I want you, I need you)

Dm Bb
This is disco laziest time

F C
(I want you, I need you)

Dm Bb
Techno baby come around

F C
(I want you, I need you)

Dm Bb
This is disco loneliest time

F C
(I want you, I need you now)

Int: Dm Bb F (10x)

Back to: (*), Reff

Dm Bb F C
(I want you, I need you) (5x)

Breakthrough

A5
(*) We used to think, when we are younger

G#5 A5
Living the lies behind the wall

F#5 A5
Then she ask me when I’m thinking

E
And I said nothing at all…

Interlude: A5 G#5 F#5 E

A5
(**) We’re not a vintage generation

G#5 A5
It’s time to leave and break the wall

F#5 A5
Then she ask me what I’m doing

E
So I said now it’s time for revolution

Bridge:

D E
No..no..no..you don’t know me anymore

D E
Low..low..low..you’re gonna low yourself

And take us higher

A G#5
Reff I: Here we are try to reach the stars

F#m E
We are getting higher on and on go..go..go..

A G#5
Like a hyper drive… we came along this far

F#5
We are getting bigger on and on

E A5
We are untouchables

Back to: (*), (**)

A G#5
Reff I I: Here we are try to reach the stars

F#m E
We are getting higher on and on go..go..go..

A G#5
Like a hyper drive… we came along this far

F#5
We are getting bigger on and on

E A5 G#5 F#5 E A
We are untouchables

A
It’s time to leave and break the wall

Now it’s time for revolution

It’s time to leave and breaking on

It’s revolution

Back to: Reff I I
Coda: A E (4x) A

    Album Breakthrough
    Kembali
Heaven

Intro: Am G F G (2x)

Am G F G
Don’t beg don’t cry to your children

Am G F G
Don’t even cry to your papa

Am G F G
Don’t try to beg to your people

Am G F G
Don’t even cry to your mama

F G Am G F G Am G
Chorus: Heaven is too far away tonight

F G Am G F G Am
Heaven is too far away… tonight

Int: Am G F G (2x)

Am G F G
Don’t laugh don’t scream to your children

Am G F G
Don’t even cry to your sister…

Am G F G
Don’t talk don’t play with the children

Am G F G
Cause you ain’t gonna get my heart

Back to: Chorus

Coda: Am G F G (2x)

Kau dan Aku

Intro: C Dm Am G C Dm Em Am G F

C Dm Em Am G F C Dm Em
Jika kau dan aku jalannya telah berbeda, haruskah kita berharap

Am G F C Dm Em Am G F
Langit ‘kan beri jawaban, walau hanya satu kata, penuh makna

C Dm Em Am G F
Pastikan kita bisa dengarkan suara hati

C Dm Am G
Reff I: Kau dan aku selalu untuk selamanya

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk bersama

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk selamanya

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk bersama

Int: C Dm Em Am G F C Dm Em F Am G

C Dm Em Am G F
Cinta kita sama, walau rintangan melintas

C Dm Em Am G F Am
Satukan harapan demi kau dan aku di masa depan

Int: Am F C G (2x)

C Dm Am G
Reff I I: Kau dan aku selalu untuk selamanya

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk bersama

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk selamanya

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk selamanya

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk selamanya

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk selamanya

C Dm Am G
Na na na na … na na na …

C Dm Am G
Kau dan aku selalu untuk selamanya

Coda: C Dm Am G

ENGKAU

ku bukan seorang pembohong .. ku wanita biasa …

kutak maksud menyakitimu …. kau yang menunggu lama …

(#) maaf maafkanlah aku ku tak maksud menghentikan langkahmu untuk masuk ke hidupku …

(*) jangan engkau lupa masa-masa indah kita berdua …..

reff: nyanyilah di tengah dinginnya air mata …

jadi inilah … selamat tinggal …

jadi pergilah engkau….

back to reff 4x

jadi inilah selamat tinggal … jadi pergilah engkau …

Maret 22, 2007 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.