yun3 blog

Just another WordPress.com weblog

cella

Cella merupakan salah satu gitaris muda yang dianggap memiliki bakat yang cukup menonjol. Bersama Kotak Band yang beraliran modern rock ia turut meramaikan dunia musik di Indonesia. Prestasinya sebagai seorang gitaris juga sudah terbukti dengan membawa Kotak menjadi juara Dream Band beberapa waktu yang lalu. Buat teman -teman di Guitar Forum, Cella bukan sosok yang asing lagi; ia bahkan tampil di acara gathering GF di Pasar Gambir Desember lalu.

Bila bertemu secara langsung, tampak sekali perbedaan antara musik dan sikapnya: Pemalu, rendah hati, dan sangat sopan (Catatan editor: Memang biasanya gitaris rock begitu, gahar cuma di panggung tok). Tapi kalau sudah memegang guitar, ia bisa membuat jantung bergetar. Kalau ingin tahu siapa Cella, gear serta musiknya, dan rencana karir musiknya ke depan, silakan baca wawancara berikut:

Kapan pertama kali bermusik?

Aku mulai bermusik sejak kelas 6 SD. Pada saat itu belum serius karena masih dalam masa pertumbuhan. Aku baru mulai serius sejak SMP bersama teman-teman. Saat itu aku mulai “berguru” dengan kaset alias otodidak. Kerjaku hanya mengulik lagu terus.

Apakah ada dari saudara atau orang tua yang menurunkan bakat musik?

Ada. Bokap kebetulan berdarah seni dan nyokap seorang penyanyi daerah dikota asalku. Merekalah yang membakar semangatku untuk terus bermusik.

Sejak kapan benar-benar menyukai gitar?

Dari kecil. Mulanya bokap selalu mendengar lagu-lagu rock klasik seperti Deep Purple dan Led Zeppelin. Aku pun ikut bokap menikamti musik sehingga secara otomatis aku terpengaruh suara gitar berdistorsi. Sewaktu kecil aku tidak suka lagu anak-anak.

Kapan memperoleh gitar yang pertama? Merek apa?

Aku mendapat gitar dari nyokap sewaktu di kelas 1 SMP. Kalau tidak salah gitarnya dipesan sama pengrajin gitar dikota asalku, bukan gitar yang bermerek. Karena belum mengerti betul gitar, neck-nya menjadi bengkok. Lalu aku membeli gitar Ibanez RG 270 buatan Jepang hasil tabungan sedikit demi sedikit dari kejuaraan festival band serta tambahan dari nyokap.

Coba ceritakan awal karir Anda bermusik.
:
Awalnya pada saat aku kelar SMU, aku langsung hijrah ke Jakarta demi musik, meskipun tidak ada tempat tujuan pasti. Aku cuma modal nekat; saudarapun tidak ada. Aku sempat menjadi penjual koran dan menyebar brosur ke rumah-rumah demi menyambung hidup. Aku juga pernah bermain di kafe-kafe. Akhirnya alhamdulillah, aku dibukakan jalan sama Tuhan dan menjadi juara Dream Band.

Apakah pernah mengikuti pendidikan formal musik?

Pernah tapi tidak lama, sekitar 2 atau 3 bulan karena aku termasuk anti partitur alias malas belajar teori. Apalagi aku tidak punya uang cukup untuk membayar.

Apa yang membuat Anda serius dengan profesi ini?

Aku pikir dunia musik bukan dunia yang menjerumuskan masa depan seperti yang dikatakan para orang tua yang kolot. Justru dengan perkembangan saat ini aku pikir musik sudah bisa dijadikan industri yang menjanjikan untuk masa depan.

Apakah saat itu sudah terlintas di pikiran bahwa dunia musik akan menjadi mata pencaharian?

Ya. Seperti yang aku katakan tadi, musik sudah menjadi industri saat ini.

Apakah pernah mengalami kendala dengan profesi sebagai gitaris?

Alhamdulillah, belum ada. Aku menjalani profesiku karena sudah menjadi bagian dari hidupku. Jadi aku nikmati saja.

Siapa gitaris favorit Anda?

Aku suka semua gitaris lokal terutama Eet, Pay, Eros, dan Tharas. Kalau gitaris luar negeri, Wes Borland, Mark Tremonty, SRV, dan Steve Vai.

Selama ini ada tidak musisi Indonesia yang turut membantu atau menjadi sahabat Anda?

Ada. aku sering bertukar pikiran dengan Eet, dan terkadang dengan Pay dan DAady Kalis. Jangan malu untuk bertanya jika ingin maju.

Gitar apa yang Anda gunakan saat ini? Kenapa?

Aku cuma menggunakan gitar Ibanez RG 270, Epiphone SG Goth 400, CORT KX-1, dan Yamaha CPX (electric acoustic) karena murah meriah. Aku ingin Gibson SG tapi harganya mahal, makanya aku memakai gitar yang murah-murah saja. Tapi jangan salah, meskipun murah kualitas dan karakter sound-nya cukup baik.

Bagaimana dengan efek dan amplifier?

Untuk live aku memakai POD XT, Digitech Whammy pedal, Morley Wah, Line 6 FM-4, Behringer FCB 1010 Foot Controller, dan Shure wireless system. Aku tidak punya amplifier untuk live, tapi hanya memakai DI Box. Itu sudah cukup.

Musik seperti apa yang Anda sukai?
:
Blues, rock, dan terutama modern rock. Tapi sebetulnya aku mendengarkan semua jenis musik.

Dari sekian banyak lagu yang Anda tulis, lagu mana yang paling disukai?

Semua aku suka.

Apa rencana Anda dalam waktu dekat ini? Tur? Album?

Yang pasti aku akan memproduksi album berikutnya dalam waktu dekat ini.

Apakah Anda berobsesi untuk membentuk band sendiri selain yang ada sekarang atau membuat album solo?

Aku ingin mebuat album solo tapi kayaknya aku belum pantas.

Apa saran Anda untuk sesama gitaris yang ingin berkarir sebagai pemusik?

Terus belajar dan jangan merasa puas dulu karena diatas langit masih ada langit. Jangan ragu untuk menjadi gitaris dan terjun ke dunia musik, alias totalitas. Dan satu lagi, say no to drugs. Hidup musisi Indonesia.

Maret 23, 2007 - Posted by | giutar

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.